Rabu, 23 Januari 2013

A TRUE LOVE FF (CHAPTER 2,3)


CHAPTER 2
Hari sudah menjelang pagi. Tetapi hari ini berbeda dengan hari lain. Jessica merasakan sekujur tubuh nya kaku dan terasa sangat pegal-pegal, sepertinya hari ini Petals Florist akan di tutup sementara. Sica pun mengirim pesan kepada Yuri bahwa hari ini pegawai semua libur.
Ø  Yuri, hari ini kita libur bekerja dulu ya. Badanku terasa tidak enak
§  Ne Sica. Wae? Kamu sakit? Aku ke rumah mu sekarang ya
Ø  Tidak usah Yul. Kamu beritahu HaePpa dan Minho ya supaya ia nanti tidak dtg ke Florist.
§  Okay. Get well really soon ya Sica. Nanti siang aku akan mengungjungi mu.
Itulah isi pesan singkat Jessica kepada Yuri.
Sebelum Yuri berkunjung ke rumah Jessica, ia segera mengirim pesan kepada Donghae dan Minho agar mereka bisa pergi bersama. Baru saja ia ingin menekan tombol ‘send’ kepada Minho dan Donghae, lantunan lagu ‘Merry-Go-Round’ terdengar dari ponsel Yuri. Ternyata itu adalah Minho, segera ia langsung mengangkat telpon itu.
Yeobbosaeyo.. Nuna, eottokhae jinae? Hari ini kau masuk kerja kah?”. Tanya Minho dengan suara riang.
Yeobbosaeyo. I’m fine thanks. Engga Minho, hari ini Sica lagi sakit. Jadi dia gabisa kerja dan katanya florist di tutup sementara sampe dia sembuh. Nanti saat makan siang aku mau jenguk ke rumah nya. Kau ingin ikut?”. Jawab Yuri.
“Umm.. dia lagi sakit? Omona… kita harus jenguk Nuna. Nanti ku telpon Donghae Hyung supaya kita bisa berangkat bareng dia. Yaudah Nun, nanti kita ketemu jam 11 di subway station ya. Aku beri tahu Hae Hyung dulu. Annyeong”. Kata Minho dengan tergesa-gesa.
            Tut-tut-tut-tut… belum sempat Yuri berbicara, telpon langsung putus. Sekarang masih pukul 9.00 pagi, Yuri ingin membuat suatu masakkan kesukaan Sica yang nanti akan ia bawa. Yaitu ramen, nachos dan kimchi kesukaan Sica.
            Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10.45 pertanda 15 menit lagi ia harus bertemu dengan Minho dan Donghae. Ia pun segera bersiap-siap dan menggunakan busa untuk menuju subway station.
Yeobbosaeyo Minho-ssi.. kau dimana? Aku sudah sampai di lobby subway station. Aku sekarang lagi di Dunkin’ Donuts kau cepat datang, ne?”. Yuri, dengan suara agak keras karena di subway station sangat rame.
Ne, Nuna. Aku sekarang sudah bersama Donghae Hyung mencari tempat parkir. Donghae Hyung biar menyusul Nuna ya?”. Jawab Minho dengan suara terburu-buru.
            Donghae turun dari mobil Minho dan berjalan dengan cepat dan gagah. Hari ini subway station sangat rame. Orang-orang banyak yang ingin berkunjung ke Lotte World, Nami Island, Jeju Island & Gyeongju. Pantas saja, hari ini tanggal muda dan sudah memasuki musim gugur. Nami Island memang tempat yang paling ramai di kunjungi saat autumn.
            Setelah selesai membeli beberapa donat, Yuri kembali duduk di lobby subway station itu sambil minum Vanila Latte yang ia beli di Starbucks Coffee tadi. Tanpa sengaja ia melihat Donghae dari kejauhan dan ia segera melambiakan tangan nya yang tinggi sambil mengucapkan “Donghae Oppa!! Aku disini”. Dan beberapa saat kemudian, Donghae tersenyum dan berlari kecil mendatangi Yuri.
Annyeong Yuri-ssi. Kau sudah lama menunggu disini?”. Tanya Donghae dengan ramah sambil bersalaman tangan.
Ne, annyeonghaseo Donghae oppa. Tidak, aku juga baru datang kok sekitar 10 menit yang lalu”. Jawab Yuri dengan ramah juga.
“Wah, bagus jadi kau tidak menunggu terlalu lama ya. Hahaha. Sudah yuk, sekarang kita susul Minho kasian dia sedang mencari parkiran”. Ajak Donghae sambil menarik pelan tangan Yuri.
“Oh ya oppa. Ayo”. Jawab Yuri dengan kaget dan berusaha melepaskan tangan Donghae.
            3 menit kemudian mereka sampai di tempat parkiran mobil Minho. Di sana terlihat jelas Minho sedang berdiri di depan mobil Mercedez-Benz nya dengan menggunakan pakaian simple, casual tapi terlihat glamour. Banyak wanita-wanita yang meliriknya sambil berbisik sedikit dan melambaikan tangan kepada Minho. Tapi ia tidak merespon apapun.
“Yuri Nuna. Ayo kita ke rumah Sica Nuna sekarang. Abisnya setelah ini aku ada kepentingan lagi. Ayo Nuna silakan masuk”. Kata Minho sambil membukakkan pintu untuk Yuri.
            Yuri tersenyum dan tersipu malu lalu ia masuk ke dalam mobil. Minho hanya mengedipkan sebelah mata dan mengacungkan jempol ke Donghae. Dan Donghae membalas dengan tawaan kecil. Di dalam perjalanan sangatlah hening, tidak ada radio, tidak ada lagu, hanya ac saja yang terasa di dalam mobil.
            Karena perjalanan dari subway station menuju Busan lama, yaitu sekitar 45 menit, Yuri menyalakan iPod nya sambil sedikit bernyanyi. Donghae pun juga sedang asyik dengan gadget nya.
“Nuna, suara mu bagus juga ya kalo sedang menyanyi. Kenapa kau tidak menjadi penyanyi saja dan mencoba casting di SM Ent/JYP/YG/Cube? Kan sayang kalo bakat ga di sumbang”. Celetuk Minho yang memecah keheningan dalam mobil.
“Ah, Minho kamu bisa aja. Nuna ini sebenarnya tidak bisa nyanyi. Mungkin karena Nuna sering mendengar lagu, lalu cari lirik nya dan nyanyi ngasal saja. Hehehe. Aku sebenarnya sangat ingin ikut casting. Tapi…”. Jawab Yuri dengan raut wajah sedih dan suara yang sangat kecewa.
“Tapi apa Nun?”. Jawab Minho dengan penuh penasaran sambil sesekali mencuri pandang untuk melihat wajah Yuri yang cantik jelita.
“Aku tidak cocok bekerja di bidang entertainer. Dan aku pun juga tidak suka untuk menjadi terkenal atau pun public figure. Karena pasti banyak konflik yang menimpa, bisa-bisa nanti aku stress. Hahaha.” Kata Yuri sambil tertawa kecil dan Minho pun ikut tertawa kecil. Sementara Donghae masih fokus dengan iPad nya.
“Oh begitu. Nuna tinggal dengan siapa di rumah?”. Kata Minho mengalihkan percakapan yang tadi.
“Aku hanya tinggal dengan Eonnie dan Saeng ku saja. Eomma dan Appa ku sedang ke Jepang. Mereka disana ada tugas bekerja, dan pulang tiap 3 tahun sekali. Sangat sedih bukan? Aku dan Eonnie ku harus bekerja keras agar dapat menghidupi keluarga ku dan menyekolahkan adikku. Saeng ku laki-laki, ia masih duduk di kelas 4 SD”. Jawab Yuri lagi-lagi dengan suara sedih, kali ini lebih sedih daripada tadi.
Mianhehamnida, Nuna. Aku sangat sedih mendengar nya, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk mengungkit masalah keluarga mu, dan aku pun juga tidak tau. Maafkan aku ya Nuna, Nuna jangan sedih lagi, oke?”. Kata Minho sambil memegang tangan Yuri dan tersenyum kepada nya. Yuri pun heran sambil melihat tangan nya di pegang Minho.
“Eh iya, Minho aku tidak sedih lagi kok sekarang. Iya aku tau kamu memang tidak tau masalah keluarga ku. Tapi, lain kali kamu jangan tanya hal ini kepada ku lagi ya. Karena aku tidak mau kalo aku harus meneteskan air mata lagi”. Jawab Yuri sambil sedikit tersenyum. Minho menganggukkan kepala dan tersenyum juga.
            Tak terasa, mereka semua sudah sampai di depan rumah Jessica. Donghae turun terlebih dahulu sambil membawa bunga untuk nya, dan mengetuk pintu rumah Sica sambil menyebut namanya. Sedangkan Yuri dan Minho turun bersamaan setelah Donghae. Yuri membawakan masakkan nya sendiri, sedangkan Minho membawa boneka teddy bear yang Sica senangi.
            Beberapa lama kemudian, pekerja rumah tangga di rumah Sica membuka pintu dan mempersilakan untuk masuk. Setelah itu, terlihat pembantu itu sedang membangunkan Sica dari tidur nya.
“Yuri, Minho, HaePa.. kalian kesini untuk menjengukku? Ah.. Jeongmal?”. Kata Sica dengan wajah pucat dan suara agak serak, tapi berusaha untuk tetap ceria.
“Sica-ssi!!!!! Wajah mu pucat sekali.. kamu sudah lebih baik? Apa perlu sekarang kita bawa kamu ke dokter?”. Jawab Yuri sambil berlari kecil ke arah Sica dan memeluknya.
Gwencahanaeyo. Aku tidak apa-apa hanya sedikit lelah saja. Tidak, tidak usah bawa aku ke dokter. Aku sudah lebih baik”. Kata Jessica. Lalu ia duduk di sofa bersama-sama dengan Minho, Yuri dan Donghae.
“Sica, apa kau merasa lebih baik? Aku bawakan ini untukmu. Kau makan buah-buahan ini ya agar kau cepat sembuh. Dan ini bunga kesukaan mu”. Donghae menyerahkan semua pemberian dia dan Jessica terlihat menyukai nya.
“Nuna, aku juga bawakan boneka teddy bear yang Nuna suka. Nih Nuna”. Minho juga memberikan boneka yang baru ia beli tadi kepada Sica.
Ne Sica!! Aku juga bawain nachos, kimchi, ramen buatan ku sendiri loohh!! Semoga kamu suka yaaa”. Yuri juga memberikan bawaan nya untuk Jessica.
“Wah.. ini terlalu berlebihan. Banyak sekali yang kalian berikan padaku. Maaf sekali udh ngerepotin kalian semua.. tapi, HaePa.. aku kan tidak suka melon, kenapa kamu memberiku buah-buahan yang kebanyakan melon?”. Jawab Sica dengan sedikit sedih dan merenung.
“Melon itu buah yang mengandung vitamin. Kalo buat orang sakit, sangat cocok kok. Apa perlu aku suapin? Supaya kamu mau makan melon”. Tanya Donghae sambil mengelus rambut Sica. Dan Sica pun mengangguk pelan sambil tersipu malu.
            Donghae pun menyuapi Sica. Awalnya, Sica sempat mual dan ingin muntah. Lama kelamaan ia pun menyukai juga. Minho dan Yuri hanya tertawa dan tersenyum. Donghae memutuskan untuk tinggal di rumah Sica beberapa hari, begitupun dengan Yuri dan Minho juga beranggapan sama.
“Yuri Nuna, kita jalan-jalan keluar sebentar yuk. Aku bosan disini hahaha”. Tanya Minho kepada Yuri sambil sedikit menunduk. Donghae dan Sica hanya saling bertatapan, tersenyum dan menatap Minho.
“Hahaha, kamu iri dengan kita berdua Minho? Makanya kamu ingin mengajak Yuri?”. Goda Sica dan Donghae. Yuri pun menunduk malu.
“Ah tidak tidak. Kalian ini kenapa. Ayo Nuna, kau mau tidak?”. Tanya Minho lagi. Yuri pun mengangguk dan segera mereka naik ke dalam mobil.
            Di dalam mobil, sudah mulai tidak hening lagi. Sekarang Minho sudah menyetel kaset kesukaan dia. Dan terdengan lagu “Just The Way You Are – Bruno Mars” dan Minho sedikit demi sedikit mulai bernyanyi. Yuri pun menengok ke arah Minho sambil tersenyum, dan begitu pun sebaliknya. Akhirnya, Yuri pun terangsang untuk ikut bernyanyi. Dan akhirnya mereka berdua bernyanyi bersama.
            Setelah bernyanyi, mereka ngobrol-ngobrol lagi dan berhumor yang memecahkan keheningan.
“Minho, sebenarnya kau ingin membawa ku kemana? Sepertinya kita sudah meninggalkan Busan dan Seoul”. Tanya Yuri heran sambil menengok kanan-kiri ke jalan.
“Aku akan membawa Nuna ke tempat yang indah banget Nun. Aku yakin pasti Nuna suka. Memang jarak tempuh nya agak lumayan jauh sih sabar ya Nun”. Jawab Minho sambil tersenyum pada Yuri.
“Tempat apa? Aku jadi penasaran Minho.. ingin rasanya cepat sampai”. Kata Yuri sambil sedikti tidak bersabar.
            Tak terasa, tempat yang di tuju pun sudah sampai. Disini terlihat tempatnya tidak begitu sepi dan tidak begitu ramai pula. Mayoritas yang berkunjung ke tempat itu adalah para remaja-remaja. Bahkan ada pula yang mengadakan birthday party nya di tempat ini. Sebenarnya apa sih tempat ini? Yuri terus bertanya-tanya dalam hati nya.
“Nah, sudah sampai Nuna! Tempat ini bagus kan? Seperti panorama di Bali, Indonesia ya? Ini memang tempat nya banyak orang yang tidak begitu tau. Karena jarak tempuh yang jauh dari pusat kota, selain itu tempat ini lebih indah dari Nami dan Jeju Island. Ayo masuk, pasti Nuna suka tempat ini”. Kata Minho sambil menggandeng tangan Yuri.
            Mereka jalan memasuki pintu gerbang tempat tersebut. Di sana terdapat tulisan “Highfield Park”. Yuri melihat tulisan itu dan langsung menyerap kata itu dalam pikiran nya. Sekiranya, dari nama saja Yuri sepertinya sudah tau tempat ini seperti apa. Minho membeli tiket masuk seharga 80 won untuk satu orang.
            Mereka memasuki area depan. Karena, di HP (Highfield Park) terbagi dalam 3 area yang setiap area di sesuaikan dengan tema. Area pertama yang Yuri dan Minho kunjungi yaitu area “Dreamland”. Disini mereka bisa berimajinasi ria dan bermain sepuasnya layak nya anak kecil.
Nuna.. apa kau suka tempat ini? Ini baru area pertama Nun. Masih ada 2 area lagi yang harus kita kunjungi”. Kata Minho sambil sedikit tertawa.
“Hehehe.. Ne, aku suka tempat ini. Tapi, bisakah kita ke area selanjutnya? Hehe aku tidak menyukai area ini, terlalu childish”. Jawab Yuri dengan senyum terpaksa.
“Oke, kalo itu mau mu Nuna. Tapi, aku ingin membeli lollipop untuk kita di booth sebelah sana. Ayo ikut aku nun”. Minho lalu mengajak Yuri ke booth lollipop dan Yuri pun mengikut.
            Sambil memakan lollipop, mereka juga terus berjalan untuk sampai ke area kedua. Di tengah perjalanan, area pertama ini sangat rame pengunjung terutama anak-anak. Yuri memang sangat menyukai anak-anak, sehingga sesekali ia mengajak anak kecil bermain sebentar.
            5 menit kemudian, mereka berdua sampe di area kedua. Area kedua ini lumayan rame, tapi tidak se-rame area pertama tadi. Area ini bertemakan “Paradise Land”. Tempat ini kebanyakan diisi oleh para remaja yang sedang asyik berpesta di sore hari. Ada yang sedang ngobrol sambil minum-minum, ada yang sedang berenang, ada yang membuat foto buku tahunan disini juga.
“Minho.. aku suka tempat ini. Disini kita bisa merasakan keakraban dari pertemanan. Coba saja, kalo Sica dan Donghae Oppa bisa kita ajak kesini. Pasti sangat seru deh”. Celetuk Yuri sambil sedikit sedih dan kecewa.
“Iya Nuna. Aku janji, jika Sica Nuna sudah sembuh, aku akan mengajak kalian semua ke sini lagi. Oke? Kau boleh pegang janji ku kok Nun”. Jawab Minho sambil tersenyum dan mengelus rambut Yuri.
“Minho, aku sedikit lelah. Bisa kah kita beristirahat sebentar di café sebelah sana? Aku ingin makan sedikit snack dan minum yang hangat-hangat”. Kata Yuri sambil memohon manja kepada Minho.
“Boleh Nuna, apa pun yang Nuna mau aku turuti. Ayo kita kesana”. Jawab Minho.
            Mereka berdua sampe di “Takigawa Café”. Café ini bertema Jepang, dan seluruh pelayan pun mengenakan kimono, baju khas Jepang. Café ini tak hanya menyediakan masakan ala Jepang. Tetapi disini ada Western, Korea, Asia. Salah satu nya, di café ini terdapat Nasi Goreng ala Indonesia dan Sate Ayam ala Indonesia. Dua makanan itu termasuk salah satu makanan yang laris dan banyak di gemari di sana.
“Saya mau pesan Ocha dan Banana Split. Kau mau pesan apa Minho?”. Kata Yuri kepada seorang pelayan lelaki di café sana.
“Saya ikutin pesanan couple saya aja ya”. Jawab Minho ramah kepada sang pelayan.
            Yuri sempat kaget dan memperhatikan wajah Minho ketika ia menyebut Yuri sebagai “Couple” nya. Tapi, Yuri mencoba untuk melupakan kejadian aneh tadi. Beberapa saat kemudian makanan pesanan mereka sudah datang. Di sela-sela makan mereka mengobrol bersama, dan sempat untuk ber-selca bersama.
“Nuna, setelah ini kita ke area ketiga ya. Area yang paling di utamakan di tempat ini. Dan aku ingin mengajak kau kesana sebelum sunset tiba. Jadi, sekarang kita harus cepat. Kau siap kesana sekarang?”. Tanya Minho sambil menghabiskan ocha nya.
“Sunset? Ooo.. keren sekali!! Aku penasaran. Yasudah, ayo kita jalan kesana sekarang. Seperti nya sudah hampir petang dan matahari mau tenggelam”. Ajak Yuri sambil bergegas dan merapikan tas nya.
            Tak terasa, mereka sudah sampai di area yang terakhir. Dengan tema “Romantic Land”. Area ini sangat berbeda dengan area lain. Disini, Yuri bisa merasakan suasana yang nyaman, sangat romantis dan dengan panorama yang begitu indah. Dan lagi di iringi dengan lantunan musik “Endless Love – Diana Ross & Lionel Richie”. Yuri pun sempat terkagum dengan tempat ini. Ternyata benar apa kata Minho, tempat ini lebih indah daripada tempat yang sangat indah di Korea.
“Nuna… tempat ini sangat bagus kan? Aku tidak bohong kan Nun? Lihat saja pemandangan disini dan orang di sekitar kita”. Tanya Minho dengan evil smile sambil membelai dagu Yuri dengan penuh kelembutan.
“Iya Minho. Kau benar, aku sangat menyukai tempat ini. Lalu, apa yang akan kita lakukan disini?”. Jawab Yuri dengan sedikit menunduk karena agak takut melihat wajah Minho dengan evil smile nya.
“Seperti yang tadi aku bilang, Nuna. Kita akan menunggu sunset tiba, setelah itu aku akan memberikan kau sebuah surprise yang mungkin tak akan kau lupakan selama nya”. Kata Minho sambil tersenyum ke arah matahari yang hampir tenggelam.
“Minho. Kau ini pria yang sangat tampan, menarik dan baik juga ramah. Jujur, selama ini aku menaruh hati dengan mu walau sebenarnya aku malu untuk mengungkap nya”. Celetuk Yuri tiba-tiba yang membuat Minho memandang wajah Yuri lama dan membalikkan badan Yuri menghadapnya.
Jinjja? Apakah yang kau katakana tadi itu benar? Aku juga sebenarnya sama dengan mu Nuna. Kau wanita cantik, baik hati dan memiliki hati yang sangat cantik pula seperti rupa-mu. Saranghaeyo, Yuri Noona”. Kata Minho sambil memeluk erat Yuri dan ia pun menyambut pelukan dari Minho sambil sedikit menitikkan air mata.
            Tak berapa lama kemudian, sunset pun mulai tiba. Minho melepaskan pelukan nya dari Yuri dan memandang ke arah sunset dan menarik dagu Yuri sedikit. Mereka saling berpandangan mata satu sama lain. Begitu sunset tiba, Minho berkata “Sarangaheyo Noona” pada Yuri, dan Yuri pun berbalas berkata “Ne, saranghaeyo Minho”.
            Perlahan tapi pasti, Minho mendaratkan ciuman nya di bibir Yuri. Mungkin ini adalah first kiss mereka berdua. Ciuman ini begitu lembut, hangat, dan sungguh indah juga romantis. Tak ingin Yuri melupakan moment yang begitu indah ini, begitu pun dengan Minho. Setelah mereka puas berciuman, lalu mereka berpelukan kembali dan bertatapan mata kembali.
“Noona, aku sangat menyukai mu dan sangat mencintai mu setulus hati ku. Mau kah kau menjadi couple ku?”. Kata Minho sambil berlutut di depan Yuri, memegang tangan Yuri dan memberikan kalung dengan liontin berbentuk hati yang di dalam nya da foto Minho.
Ne.. ya Minho, aku mau menjadi pendamping hidup mu sampai maut memisahkan kita”. Jawab Yuri sambil sedikit menangis dan mengambil kalung itu. Minho langsung bangun, megusap air mata Yuri dan kembali memeluknya.
Kamsahamnida Nuna. Neomu Sarangaheyo. Walaupun kita berbeda usia yang tidak begitu jauh, tapi aku tetap cinta dengan mu Nuna”. Kata Yuri sambil tersenyum bahagia.
“Ya. Walaupun kau saeng ku juga, aku tetap mencintai mu. I love you too”. Jawab Yuri sambil tersenyum lembut.
“Kalung berliontin ini akan ku pasangkan di leher Nuna. Jika Nuna kangen dengan ku, kau bisa membuka liontin ini, karena di dalamnya ada foto ku. Sini aku pasangkan”. Minho lalu mengalungkan kalung liontin itu pada Yuri. Dan Yuri pun mengangguk pelan.
“Nuna, kau terlihat lebih cantik dengan wajah mu natural non make-up, dan dengan kalung liontin pemberian ku itu. aku harap kau bisa menyimpan dengan baik kalung liontin itu dan jangan pernah abaikan kalung itu”. kata Minho sambil mengelus kepala Yuri.
“Ya Minho. Aku berjanji aku akan terus menjaga dan memakai kalung pemberian mu ini. Tak akan ku biarkan hilang ataupun rusak bahkan pecah. Terima kasih banyak Minho. Kau sudah memberiku kalung liontin ini. Aku sangat menyukai nya, dengan warna sapphire blue kesukaan ku”. Jawab Yuri sambil memegang dan mencium kalung liontin itu.
“Oke Nuna, sekarang ayo kita pulang ke rumah Sica Nuna. Aku yakin pasti dia sudah mencari kita”. Ajak Minho ke Yuri sambil menggandeng tangan nya dan menyandarkan kepala Yuri ke bahu nya.
            Highland Park, Romantic Land menjadi saksi cinta mereka berdua. Hari ini adalah hari ter-spesial untuk 2 pasangan yang baru menjalani tali kasih satu sama lain. Mereka jalan bersama menuju parkiran dan pulang ke rumah Jessica.








CHAPTER 3

          Pagi telah tiba. Sinar matahari menyinari kamar SicaYuri dan DonghaeMinho. Yuri terbangun lebih dulu bersama dengan Minho. Sementara itu, karena Yuri tau Sica susah dibangunkan dari tidur nya dan ini masih pagi, ia tidak ingin membangunkan Sica dari tidur pulasnya.
            Yuri keluar kamar dan menuju dapur untuk membuat sarapan untuk semua nya. Bersamaan dengan itu, Minho juga keluar kamar karena ingin mencuci muka nya. Ketika Yuri keluar kamar, Minho menyapa Yuri dengan memangil “Chagi,eottokhae jinae?” sambil mencium kening Yuri dan memeluk Yuri dengan hangat nya.
“Minho-ya.. aku baik-baik saja sayang, bagaimana dengan dirimu?”. Jawab Yuri dengan suara yang sedikit serak dengan senyuman manis di bibirnya.
“Aku juga sama dengan mu sayang. Nuna, ada apa dengan suara mu? Apakah kamu sakit?”. Tanya Minho panik sambil memegang kening dan leher Yuri.
Aniyo.. aku tidak.. uhuuk uhukk.. apa-apa kok Min.. uhuuuk..uhukkk… Minho. Aku hanya sedikit batuk saja uhuuk..uhuukk..”. Jawab Yuri sambil terbatuk-batuk.
“Nah, Nuna kau jangan berbohong pada ku. Jika kau sakit, aku akan membelikan obat untukmu. Atau perlu kita ke dokter?”. Kata Minho sambil melihat muka Yuri dengan panik.
“Sudah sudah jangan terlalu berlebihan.. aku tidak apa-apa sayang. Aku hanya sedikit lelah dan sedikit batuk saja. Sebentar ya aku ingin ke dapur mau bikin sarapan untuk kalian?”. Kata Yuri yang berusaha untuk tetap ceria.
“Aku boleh ikut, Nuna? Aku ingin memasak bersama mu”. Minho yang berkata manja di depan Yuri, dan membuat Yuri sedikit tertawa.
“Memang nya kau bisa masak? Hahaha tau apa kau soal masakkan? Kau kan  hampir sama sekali tidak pernah memasak”. Jawab Yuri dengan nada menyindir dan senyuman yang menyindir pula.
“Kau ini, Nuna. Aku serius aku bisa kok masak. Aku pernah memasak ramen untuk Appa dan Umma ku”. Kata Minho sambil sedikit menyombongkan diri.
“Hahaha mulai kan sifat sombong mu muncul lagi. Iya sayang ya sudah ayo sini ikut aku masak ke dapur”. Kata Yuri sambil mencubit pipi Minho dan menarik tangan nya.
            Minho pun mencium tangan Yuri dan mereka berdua akhirnya memasak sarapan pagi bersama. Menu kali ini yang akan kalian masak yaitu “A sunny-side-up egg” dengan drink nya yaitu “Sparkle Punch”. Resep makanan itu Yuri dapatkan dari teman nya yang asli berasal dari Amerika dan sudah tinggal di Korea selama kurang lebih 24 tahun menjadi koki. Dia adalah “Stephany Hwang”. Resep makanan itu adalah salah satu dari sekian banyak resep yang berasal dari New York, yang ia dapatkan dari Tiffany.
“Nuna.. hari ini kita mau masak apa?”. Kata Minho dengan bersemangat.
“Umm.. aku ingin memasak menu yang berbeda dari yang lain. Makanan nya itu namanya umm.. ohiya! A sunny-side-up egg, trus minumannya Sparkle Punch. Itu menu dari New York. Aku belajar dari Tiffany, teman SMA ku dulu”. Jawab Yuri sambil mencari resep di iPhone nya.
“Wah! Nama nya keren banget Nun!! Hahaha kalo gitu kita nanti bisa sombong-sombong dong ke Sica nuna dan Donghae hyung. Ayo nun! Kita buat sekarang. Bahan nya apa saja?”. Kata Minho dengan tidak sabar ingin mulai masak.
“Oke. Kita buat A suny-side-up egg dengan 4 porsi ya. Kita butuh umm.. 4 butir telur, 1 sendok makan minyak, garam, merica. Untuk tambahan nya aku mau kita menggunakan sosis dan beberapa sedikit salad. Yaitu irisan kecil wortel, kembang kol dan daun mint”. Jawab Yuri sambil membaca resep yang tertera di iPhone nya. Dan Minho segera menyiapkan bahan-bahan yang di sebut Yuri.
“Sip. Bahan-bahan sudah ku siapkan semua Nun! Ayo sekarang kita mulai memasak!!!”. Kata Minho sambil sedikit loncat karena kesenangan dan sedikit berteriak. Untung aja Jessica dan Donghae tidak terbangun.
            Yuri menggoreng telur dan sosis. Sementara Minho, dia mengiris tipis-tipis bahan-bahan yang di gunakan untuk salad. Di tengah-tengah mereka memasak, mereka masih menyempatkan untuk saling bercanda, dan Yuri juga sedikit membuat lelucon yang membuat Minho tertawa terbahak-bahak. Karena tawaan Minho itu, Jessica dan Donghae sempat terbangun.
“Aduh… kalian berdua ini ngapain sih masih pagi gini kok malah teriak-teriak. Menganggu ku tidur saja. Aku masih ngantuk sekali ini”. Kata Jessica keluar dari kamar nya sambil mengucek-ngucek mata dan cemberut.
“Maaf Nuna. Tadi abisnya si Yuri Nuna lagi lelucon dan itu sangat lucu makanya aku tertawa Nuna. Mianhehamnida Nuna”. Jawab Minho sambil menunduk ketakutan. Karena ia tau, jika Jessica sudah marah, siapapun akan terkena semprotan marah nya.
“Ya sudah tidak apa-apa. Omong-omong kalian sedang apa di dapur?”. Tanya Jessica sambil mendekat ke mereka karena penasaran.
“Kita sedang membuat masakan untuk sarapan nya kita semua Sica. Ini ada A sunny-side egg sama Sparkle Punch buat minuman penutup”. Jawab Yuri sambil masih terfokus dengan masakannya.
“Hah? Tau darimana kau resep itu? Resep makanan itu hanya bisa di temukan di New York saja. Dulu ketika aku masih tinggal di N.Y. eomma ku sering membuat kan ku dan adikku, Krystal masakan itu”. Kata Jessica sambil melongo karena kaget.
“Aku dapat resep ini dari temanku, Tiffany. Dia chef andalan di N.Y. dan dia sudah tinggal di Korea selama 24 tahun, dia teman SMA ku Sica”. Jawab Yuri dengan penuh keyakinan.
“Siapa??? Tiffany? Apakah dia Stephanie Hwang???”. Tanya Sica dengan penuh penasaran.
“Yap! Betul banget itu Sica. Apakah kau mengenali nya?”. Yuri bertanya kembali kepada Sica. Dan kini benar saja masakkan itu sudah selesai juga.
“Ha.. dia itu teman lamaku di N.Y. appa ku dan appa nya adalah teman bisnis. Suatu ketika bisnis mereka pindah ke cabang Korea. Akhirnya aku dan keluarga ku juga ikut pindah ke Korea. Dan aku juga sempat satu sekolah dengan Ppany sampe jenjang SMP. SMA kita berpisah, dan kuliah kita di satu kampus dengan jurusan berbeda. Ia dengan jurusan tata boga, aku dengan jurusan akutansi. Hari rabu besok, aku akan melamar kerja di salah satu perusahaan negri internasional di Incheon. Doakan aku ya semoga aku bisa di terima di sana”. Jessica pun bercerita sedikit tentang sejarahnya mengapa ia bisa berada di Korea.
“Iya Sica!! Aku yakin kamu pasti bisa!! Hwaiting!!”. Jawab Yuri dengan menyemangati. Begitu pun dengan Minho ia menyemangati juga.
            Donghae pun ikut terbangun dari tidurnya. Akhirnya, Minho mengajak mereka semua untuk berjogging di komplek rumah Jessica, karena mumpung masih pagi, cuaca mendukung dan udara pun segar. Yuri terpaksa meninggalkan masakan nya. Dan ia terpesan kepada pembantu Sica supaya masakkan itu tidak boleh di sentuh sedikit pun. Karena ia ingin benar-benar membuat masakkan itu dengan karya nya sendiri.
            Jogging di komplek rumah Jessica memang sangat enak. Karena sudah ada road track khusus bagi pejogging, dan yang ingin bersepeda. Suasana di komplek sangat nyaman, teduh, sejuk, asri juga tidak begitu banyak pengunjung.
“Hah… sejuk sekali ya disini.. baru kali ini loh aku jogging bersama-sama kalian. Biasanya aku selalu jogging sendiri disini”. Kata Jessica sambil sedikit ngos-ngosan.
“Iya Sica. Disini enak sekali. Jarang-jarang loh aku jogging seperti ini di rumah ku. Karena memang rumah ku bukan komplek seperti rumah mu. Dan kalo  pun aku mau jogging, aku harus berjalan jauh untuk mencapai ke lapangan yang biasa orang pake buat jogging”. Jawab Yuri dengan sangat lelah.
“Hohoho.. tapi kan kita bisa sehat kalo kayak gini tiap pagi, ladies. Lagi pula daripada di rumah kita gaada kerjaan lebih baik kita seperti ini saja tiap pagi”. Kata Donghae sambil mengelap keringat.
“Yap. Betul sekali itu Hyung. Nah abis jogging, kita jangan langsung sarapan dulu. Lebih baik kita istirahat sebentar menghilangkan keringat. Lalu sarapan. Dan juga jangan terlalu berlebihan ya. Hehe”. Kata Minho menasehati.
“Iya Minho bawel. Kau ini, sudahlah tidak usah menasihati kami”. Celetuk Jessica di saat Minho belum selesai berbicara.
“Eh.. iya Nun maaf”. Jawab Minho sambil menundukkan kepala.
“Sudahlah kalian ini.. tidak usah di bahas lagi masalah itu. udah, sekarang kita lanjutkan lagi ya udah mau sampe tuh”. Kata Yuri sambil lari duluan.
            Tak terasa 5 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Jessica. Sesudah nya mereka sampai, Yuri kemudian menyiapkan makanan yang tadi ia buat bersama Minho di meja makan, sekaligus membuat Sparkle Punch nya.
“Hei kalian.. ayo sini aku sudah menyiapkan sarapan untuk kalian. Nih mumpung masih hangat”. Kata Yuri memanggil dari dapur. Jessica, Donghae, dan Minho segera menuju meja makan.
“Yuri-ssi… masakkan apa ini? Seperti nya ini masakan western. Wah kau hebat sekali bisa memasak ini”. Donghae terkagum melihat makanan tersebut di meja makan. Dan membuat Jessica sedikit envy.
“Itu makanan N.Y. Oppa. Kau tidak tau? Dulu semasa aku di N.Y. aku sering membuat masakan ini. Namanya A-sunny-side-up egg & Sparkle Punch”. Jawab Jessica dengan sombong-nya.
“Oh.. sangat bagus. Lalu Sica, kalo kamu tau masakan itu kenapa kau tidak membuatkannya untukku?”. Tanya Donghae dengan nada menyindir.
“Eung… umm.. tadi.. itu… tadi aku mau buat bersama Yuri, tetapi Minho tidak membangunkanku jadi aku terlambat deh”. Jawab Jessica gugup sambil memberikan tanda wink kepada Minho. Dan Minho pun mengangguk.
“Sudah sudah.. itu benar oppa apa yang di katakana Sica. Sekarang kita makan aja yuk dulu keburu nanti makanan nya sudah dingin nanti tidak nikmat lagi”. Kata Yuri sambil mengambilkan makanan untuk semuanya.
            Mereka semua makan dengan santai dan lahap. Sampai-sampai saking lahap nya, Donghae pun menambah A-sunny-side-up egg  buatan Yuri. Ketika makan mereka sudah selesai, mereka semua menuju ruang santai. Ruangan di rumah Sica, yang dimana di dalam ruangan itu adalah ruangan yang Sica gunakan untuk bersantai jika tidak ada pekerjaan. Semua tersedia disana, 2 buah sofa tidur, 1 buah tv lcd beserta dvd,cd player, radio dan game, ac, macbook dan lain-lain nya.
            Minho mengajak Donghae bermain game bersama nya. Sementara Yuri dan Sica mereka berdua asyik dengan macbook Jessica untuk ber-selca bersama. Sesudah itu, mereka bersantai di sofa sambil menikmati snack yang baru Sica beli kemarin.
“Um.. Yyul.. aku boleh bertanya sesuatu tidak? Tapi tolong kamu jawab jujur yaa”. Jessica bertanya kepada Yuri di sela-sela menikmati snack nya.
“Boleh kok Sica. Kamu mau tanya apa?”. Jawab Yuri dengan tersenyum.
“Sebenarnya apakah kamu telah berpacaran dengan sepupuku Minho? Aku liat akhir-akhir ini kalian berdua sangat dekat dan sangat akrab sekali”. Tanya Jessica dengan penasaran.
“Hah? Kkaa..kamu.. tau darimana Sica? Ya memang 2 hari yang lalu aku telah menjalin hubungan dengannya. Dia menembak ku saat kami sedang di Highland Park, Incheon”. Jawab Yuri sambil terus makan snack.
“Tuhkan benar saja firasat ku.. yaa chukkae ne!! make it last forever!!!. Kalian berdua memang cocok kok”. Kata Jessica menyelamati Yuri. Yuri pun tersenyum lebar.
“Waaaa gomawoyo Sica!! Amiin.. semoga kau dengan Donghae Oppa juga yaa sampe ke jenjang yang lebih serius. Hehe”. Jawab Yuri sambil memeluk Jessica. Jessica pun tersenyum.
            Di balik percakapan mereka, Donghae mendengar semua nya. Dan Minho pun terlihat menunduk malu. Donghae pun senyum-senyum kepada Minho dan kepada Yuri. Begitu pun Yuri, ia terlihat sangat malu.
Yaa!! Minho-ssi!! Apakah itu benar yang di katakana Yuri?”. Tanya Donghae dengan serius dan mem-pause game nya.
Nee.. Hyung. Itu benar apa yang di katakana Yyul Nuna. Aku memang sudah menjalin hubungan dengannya”. Jawab Minho sambil menunduk.
“Kalo begitu… selamat yaa!! Semoga kalian langgeng sampe maut memisahkan. Hahaha”. Kata Donghae sambil bersalaman dengan Minho dan memeluk Minho.
            Lalu mereka semua melanjutkan aktivitas mereka lagi seperti semula. Tapi lain ini beda. Donghae dan Minho tetap fokus dengan game mereka yang berada di loteng, sementara Yuri, kini dia sedang mengajarkan Jessica masak untuk makan malam di dapur.
“Yyul.. ajari aku ya bagaimana cara memasak. Hehe abisnya aku tidak terlalu bisa memasak”. Kata Jessica manja kepada Yuri dan sambil memberikan puppy-eyes nya.
“Hahaha iya kau ini. Yaudah sekarang kita masak yang simple aja deh Sic. Kalo makan malam terlalu berat ga baik juga sih untuk berat badan kita. Jadi hari ini kita mau masak apa?”. Tanya Yuri kepada Jessica.
“Sebentar ya.. aku liat resensi masakan dulu di lists ku”. Jawab Jessica sambil mengeluarkan iPhone nya dan mencari-cari referensi makanan yang enak.
“Nah!! Ini dia.. bagaimana kalo kita memasak Beef Teriyaki sama Chicken Katsu aja? Ini makanan ringan kok ga terlalu berat. Lagi pula ku lihat steps nya mudah juga tidak terlalu sulit”. Kata Jessica sambil menunjukkan resep itu kepada Yuri.
“Ya!!!! Aku setuju ini semua masakan Jepang kan? Tapi Sica, bahan-bahan nya seperti jarang kamu punyai”. Jawab Yuri sambil sedikit kebingungan.
“Oh iya.. kamu benar. Umm.. bagaimana kalo kita beli aja di Japan Supermarket? Memang jauh sih jarak nya”. Kata Jessica sambil sedikit kecewa.
“Kenapa kita gak ganti menu aja Sic? Daripada kita repot-repot? Ya tapi sih itu terserah kamu saja. Kan tinggal aku yang ajari kamu”. Yuri berkata seperti itu pada Jessica. Dan membuat Jessica berpikir lama.
“Gapapa kan kalo kita tetep sama menu ini? Sekali-kali Yyul kita makan ala Jepang. Korea+Western kan kita udah sering. Yang ini kita jarang. Yaudah deh sekarang kita berangkat aja naik mobilku”. Jawab Jessica sambil mengajak Yuri dan Yuri mengangguk sambil tersenyum sedikit.
            Perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai ke supermarket itu selama 25 menit, itu di tempuh dengan jalanan yang lancar. Jika jalanan macet, mungkin perjalanan mereka bisa sampai 45-50 menit. Tak terasa mereka sudah sampai, dan Jessica memarkirkan mobil nya di dekat pintu masuk supermarket.
“Jessica.. apa yang harus kita beli sekarang?”. Tanya Yuri ketika sudah memasuki supermarket. Supermarket ini sangat sepi sekali pengunjung. Mungkin karena ini jam siang, dan waktu nya orang beristirahat jadi orang-orang malas untuk keluar rumah.
“Kita bagi tugas saja, ne? karena aku tidak bisa memilih daging sapi yang segar, jadi aku beli bahan-bahan untuk Chicken Katsu. Kamu beli untuk Beef Teriyaki ya?”. Jawab Jessica sambil mencari-cari resep nya.
“Umm.. boleh boleh. Ya sudah sekarang aku ke tempat daging dulu ya Sica. Kita bertemu lagi di tempat ini saja. Karena supermarket ini sangat luas”. Kata Yuri. Dan Jessica pun mengangguk.
            Mereka akhirnya berpisah. Yyul ke tempat daging, sedangkan Sica ke tempat bumbu dapur. Disana ia membeli tepung terigu, garam dan bahan-bahan masakkan lain yang sekira nya tidak ada di dapur nya. Sementara Yuri, sekarang ia sedang menimbang daging yang akan di beli nya. Setelah itu, ia menuju tempat sayuran untuk membuat sedikit salad.
            Japan Supermarket ini sebenarnya tidak hanya menyediakan bahan makanan yang berasal dari Jepang. Namun, ada dari China, Thailand, Thaiwand bahkan Western pun ada beberapa disini. Pada musim Autumn, supermarket ini lebih ramai pengunjung dari musim-musim lain nya. Sayangnya, saat ini Korea sedang musim Winter, jadi mungkin agak sepi pengunjung.
Yeobbosaeyo… Yuri… kau dimana? Aku sudah selesai berbelanja. Ayo kembali ke tempat tadi. Aku tunggu disini ya”. Kata Jessica di telpon kepada Yuri.
Yeobbosaeyo. Ne Sica, aku sedang di Ice Cream Booth. Tidak jauh kok dari tempat mu 3 menit lagi ya aku kesana. Kau disana saja”. Jawab Yuri sambil mematikan iPhone nya.
            3 menit berlalu. Yuri menghampiri Sica yang menunggu di tempat awal kedatangan mereka. Yuri melihat Sica sedang memilih beberapa snack, cokelat dan beberapa permen.
“Jessica-ssi­.. aku sudah selesai nih. Bagaimana dengan mu?”. Tanya Yuri yang membuat Sica sedikit kaget.
Ya!! Kau membuatku kaget. Aku sedang mencari sedikit snack untuk kita persediaan. Kalo kamu mau, ambil saja nanti aku yang bayar”. Jawab Sica sambil terus memilih snack.
“Ah.. Aniyo. Tidak usah, lagipula ini aku sudah membeli 3 box Ice Cream, dan beberapa bungkus Ice Cream batangan. Nanti belanjaanku ini biar aku yang bayar sendiri”. Kata Yuri sambil memperlihatkan es krim belanjaannya
“Ok.. sudah yuk sekarang kita ke kasir. Aku ingin cepat-cepat masak Yyul”. Ajak Jessica pada Yuri.
            Untung saja, dari 8 kasir yang tersedia, semua kasir hampir saja kosong tidak terlihat antrian panjang, tidak seperti biasanya. Sesudah membayar, mereka segera pulang.
“Yyul.. kau ingin berhenti di Starbucks Cofee tidak? Kita Drive Thru aja. Abisnya aku haus. Kita pesan yang hangat saja, mau?”. Kata Jessica di tengah perjalanan pulang.
“Oh yasudah Sica. Aku terserah kamu saja. Minho dan Hae Oppa kita belikan juga tidak?”. Jawab Yuri sambil memakai sebelah earphone.
“Iya kita pasti beliin mereka. Yuk kamu mau pesan apa? Aku Cappuchino Latte. Kau? Minho suka apa? Kalo Hae Oppa sih sama seperti ku”. Tanya Jessica.
“Umm.. aku Vanilla Latte hangat, kalo Minho dia suka Moccachino Latte, Sica”. Jawab Yuri.
“Ok, sebentar ya aku pesan dulu”. Kata Jessica sambil tersenyum.
            Pesanan sudah datang. Dan saat nya mereka kembali ke rumah. Sesampai nya di rumah, Jessica langsung cuci tangan, dan berganti baju ala chef. Yuri juga sama dengan Sica mereka mengganti baju masing-masing. Melihat hal ini, Minho dan Donghae yang sedang berjemur di teras atas sangat kebingungan.
“Minho-yya.. coba kau lihat si Sica dan Yuri. Mengapa mereka berdandan seperti itu? Jarang sekali ya..”. Kata Donghae sambil melepas kacamata hitam nya.
“Hahaha iya Hyung. Mereka terlihat sangat aneh. Kita turun saja yuk, aku penasaran ada apa dengan mereka”. Jawab Minho sambil mengajak Donghae menuruni tangga.
            Minho dan Donghae masih dalam keadaan tidak memakai baju. Hanya memakai boxer saja. Dan mereka terlihat sangat seksi dengan abs kecoklatan mereka yang berbentuk kotak-kotak.
            Sesampainya di dapur, Jessica dan Yuri dibuat menganga dengan tubuh seksi Donghae dan Minho.
“Hey Ladies.. sedang apa kalian disini?”. Tanya Donghae dengan sangat menggoda dan mendekat ke arah Jessica.
“Mengapa pakaian kalian seperti ini?”. Tanya Minho juga dengan sangat menggoda sambil mendekat ke arah Yuri.
“Umm… kkk..kaamiii.. se…sedd…sedang memasak Oppa.. kkaauu kkenaappa.. tidak memakai bbaa juju?”. Jawab Jessica dengan sedikit gugup.
Ne Oppa. Kkaliian.. terlihat seksiii”. Jawab Yuri sambil menunduk malu. Yang membuat Donghae dan Minho saling berpandangan dan tertawa.
“Hei.. kalian ini kenapa? Kok kalian sangat terlihat gugup sih.. terutama kau, Jessica”. Kata Dongahe sambil mencolek dagu Sica.
“Haha… kalian tidak terbiasa melihat kami seperti ini? Oke, kalian tunggu disini ya? Aku akan bawakan baju untukku dan Hae Hyung”. Jawab Minho sambil meninggalkan mereka semua.
            Suasana di dapur sangat tegang sekaligus sangat hot. Karena memang dua lelaki tampan itu sudah berhasil membuat Jessica dan Yuri tergoda dengan ke seksian tubuh mereka dan abs mereka, juga sixpact nya mereka.
“Nih Hyung, pakai baju mu”. Kata Minho sambil memberi baju kepada Dongahe. Mereka sudah memakai baju sekarang.
“Nah. Kita sekarang sudah memakai baju. Boleh kami membantu kalian memasak?”. Jawab Dongahe.
“Boleh saja Oppa. Ayok sekarang kita masak berempat!! Seperti nya nanti akan seru”. Kata Jessica sambil sedikit teriak dan melompat.
“Tapi, Jessica. Gimana kalo kita memasak berdua saja. Kalian ingin membuat Beef Teriyaki kan? Aku dan Minho mencoba buat dessert nya deh.. umm.. apa ya Minho?”. Kata Yuri sambil menoleh ke arah Minho. Jessica dan Donghae saling berpandangan dan mereka tersenyum.
“Terserah kamu aja chagi.. aku ikutin kamu saja. Nih gunakan iPad baruku silakan kamu mencari inspirasi”. Jawab Minho sambil memberi iPad ke Yuri dan mengusap pelan rambut Yuri.
“Thanks chagi”. Jawab Yuri sambil tersenyum senang.
            Sambil Yuri sedang mencari-cari inspirasi, Jessica dan Donghae terlihat sudah memulai memasak Beef Teriyaki. Minho masih mencari inspirasi dessert bersama Yuri sambil memeluk Yuri dari belakang.
“Minho.. bagaimana kalo kita buat ini saja? Choco Banana Stick. Gampang banget loh buatnya. Aku sering buat ini , tanpa resep pun aku bisa”. Kata Yuri dengan senang.
“Ok, yuk kita masak sayang”. Jawab Minho.
            Mereka berempat masak bersama-sama. Yuri dan Minho telah selesai memasak. Karena memang bahan-bahan yang mereka butuhkan sangat sedikit, dan waktu memasak pun hanya 15 menit. Donghae dan Jessica belum selesai, karena memang di butuhkan waktu lama untuk membuat daging yang mereka masak empuk dan menyerap bumbu.
“Wah.. Minho kita sudah selesai”. Kata Yuri sambil tersenyum senang.
“Iya chagi.. sebaiknya kita masukkan kulkas dulu ya? Sambil menunggu Nuna dan Hyung kita masak Beef Teriyaki”. Jawab Minho sambil menggandeng Yuri menuju kulkas.
“Cie cie.. kalian masak apa?”. Kata Jessica.
“Kita masak Choco Banana Stick untuk nanti dessert makan malam kita Sica”. Gimana, daging kalian sudah cukup empuk dan matang?”. Tanya Yuri sambil melihat rebusan daging Jessica dan Donghae.
“Tenang saja Yyul, Oppa sudah ahli dalam membuat masakan yang terbuat dari daging. Jadi tenang aja, daripada kalian menunggu kita lama, lebih baik kalian bersantai saja dulu”. Kata Donghae sambil smirk ke arah Minho dan Minho mengangguk.
“Oke Hyung. Sica Nuna, Hyung aku dan Yuri ke atas dulu ne? kami lelah”. Kata Minho.
            Yuri dan Minho menuju lantai atas. Mereka menuju ruang santai di rumah Sica dan kemudian Minho segera menyalakan AC dan menyalakan TV.
“Wah.. hari yang sangat melelahkan ya Minho? Tapi aku puas kali ini bisa kembali ajak kau memasak”. Kata Yuri sambil berbaring di sofa dan tersenyum pada Minho.
“Iya sayang. Aku juga puas kok bisa masak bareng kamu”. Jawab Minho sambil memeluk Yuri.
“Kita sekarang ngapain ya? Aku bosan kalo menunggu mereka kelamaan”. Kata Yuri sambil sedikit cemberut.
“Um… yaudah kita buka macbook Sica Nuna aja yuk?”. Jawab Minho.
“Mau ngapain buka macbook Sica? Itu kan punya dia, pasti itu privasi meskipun gaada apa-apanya. Ingat Minho, disini kita Cuma nginep. Dan itu macbook bukan punya kita”. Kata Yuri memperingatkan Minho.
“Kalo gitu kita mau ngapain Nun?” . Jawab Minho seidkit sebal.
“Jangan marah sayang. Yaudah terserah deh kamu mau ngapain aku gak larang kok. Tapi aku mau istirahat bentar deh di sofa ini. Aku lelah sekali”. Kata Yuri sambil mengelus pipi Minho.
“Ok ok..”. jawab Minho meninggalkan Yuri.
            Yuri sudah tertidur pulas di sofa hangat itu. Minho tampak masih mengubrak-abrik tempat kaset dan kaset game nya. Begitu menemukan kaset yang pas, ia segera menyetel DVD itu untuk nonton berdua Yuri.
“Nun.. ini aku sudah dapatkan ayo kita nonton bersama”. Kata Minho sambil memasukkan kaset DVD ke dalam DVD Player.
“Nun.. nuna?”. Minho penasaran karena Yuri tak menjawab perkataannya. Ia pun menoleh ke belakang dan di dapatinya Yuri sedang tertidur pulas.
“Oh… rupanya kau sedang tidur Nuna. Yaudah gak apa-apa deh aku nonton sendiri saja”. Kata Minho sambil menuju sofa menghampiri Yuri.
            Film “Jack Richer” ini padahal film kesukaan Yuri. Yuri suka film action dan dia sangat menyukai Tom Cruise. Sayangnya, sekarang Yuri sedang tertidur. Di tengah-tengah seru film itu di putar, Minho terganggu oleh paras cantik Yuri yang sedang tidur. Ia bagaikan malaikat tanpa sayap yang turun dari langit. Belum pula di tambah dengan bibir Yuri yang sedikit tebal dan sexy, membuat Minho tak sabar untuk mendaratkan bibirnya di sana.
            Tapi, Minho menyadari apa yang ia pikirkan. Ia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh Yuri dan mengusap pelan rambut Yuri.
“Nuna.. kau wanita yang sangat sempurna saat aku melihat mu. Kau cantik, anggun, mempesona, dan hati mu juga sangat baik. Aku tak menyesal menjadikan mu sebagai yeojachingu ku.. aku berharap, semoga tali kasih kita bisa sampai ke jenjang pelaminan”. Kata Minho sambil mengecup kening Yyul dalam dengan penuh perasaan.
            Ternyata, kecupan Minho membuat Yuri kaget dan ia terbangun dari tidurnya. Ia sangat kaget mendapati Minho sudah ada di depan matanya.
“Eunggg… Minho-yya.. kau sedang apa?”. Kata Yuri membuka mata. Membuat Minho kaget dan segera melepaskan kecupannya.
“Tidd..tidaakk.. Nun tadi aku hanya membersihkan kening mu. Ada sesuatu. Maaf telah membuat mu terbangun Nun”. Jawab Minho dengan menunduk malu.
Aniyo.. Gwenchanaeyo.. tidak apa-apa kok. Sekarang kita turun yuk.. aku sudah lapar. Setelah makan mala mini aku mau langsung tidur”. Kata Yuri sambil menggandeng Minho turun ke lantai bawah.
            Sesampainya di lantai bawah, Yuri masih melihat Jessica dan Donghae di dapur. Tapi kali ini, mereka bukan memasak. Mereka malah asyik bermesraan sambil bercanda.
“Hei… kalian sedang apa? Makanan sudah siap? Aku lapar Sica, Hae Oppa. Tadi aku sudah tertidur”. Kata Yuri sambil menghampiri mereka.
“I..iyyaa.. Yyul bentar lagi. Beef nya tinggal di bumbuin terus di panggang. Udah kalian duduk dulu di meja makan. 5 menit lagi kok”. Jawab Jessica terlihat sedikit panik.
            Minho dan Yuri menuju meja makan untuk menunggu hidangan makan malam mereka datang. 5 menit kemudian, Beef Teriyaki ala Jessica dan Donghae chef pun telah siap di meja makan.
“Tadaa… ini dia Beef Teriyaki ala Chef Jessica n Donghae!! Ayo kita cicipi”. Kata Jessica sambil membawa Beef Teriyaki yang di taruh di Hot Plate.
“Ini pasti enak kok guys. Tenang aja. Aku udah berpengalaman sekali loh hahaha”. Kata Donghae dengan pede nya.
“Ah.. kau ini Hyung. Mana mungkin kau bisa memasak? Kau jarang sekali ke dapur. Hahaha”. Jawab Minho mengejek Donghae yang membuat Donghae sedikit kesal.
“Eh.. sudah sudah. Jangan childish deh, udah yuk kita makan dulu. Nih Yyul, makan yuk”. Kata Jessica dan Yuri mengangguk.
            Di tengah makan, mereka mengobrol bersama dan sedikit bercanda. Mereka tertawa bersama. Tetapi tidak bagi Yuri, ia hanya terdiam dan terlihat teburu-buru sekali menghabiskan makanannya.
“Nuna.. kau kenapa? Daritadi kau diam saja?”. Tanya Minho dengan prihatin pada Yuri.
“Iya Yyul.. ada apa dengan kau? Apa masakkan ku dan HaePpa kurang enak? Maaf ya.. kita masih amatiran banget”. Tanya Jessica dengan sedikit sedih.
Aniyo.. aku tidak apa-apa kok. Aku hanya sedikit lelah. Makanya aku makan cepat karena ingin segera tidur. Tunggu ku ambil dessert untuk kalian dulu ya”. Jawab Yuri.
“Tunggu Nun. Biar aku saja. Habiskan makanan mu agar kau cepat tidur”. Kata Minho sambil memegang tangan Yuri. Yuri pun kembali duduk.
“Ini dessert untuk kalian. Choco Banana Stick. Semoga kalian suka ya”. Kata Minho sambil tersenyum begitu pun dengan Yuri.
            Setelah mereka semua selesai makan, mereka langsung menuju kamar masing-masing dan segera tidur malam.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar